Make your own free website on Tripod.com

MAYAT BERJALAN, DAYA TARIK WISATA POLMAS

Cerita yang berkembang di masyarakat tentang mayat berjalan, sebenarnya sangat menarik wisatawan. Walau ilmu seperti pernah hidup ratusan tahun silam, akan tetapi masih banyak generasi yang memiliki ilmu seperti itu, akan tetapi mereka kebanyakan diterap­kan pada binatang, seperti ayam atau kerbau yang diadu dalam keadaan leher putus.

Ketua Kadinda Polmas, Drs Waris Hasan, mengakui,  ilmu seperti itu memang masih banyak terdapat di daerah pedalaman seperti di Mamasa yang wilayahnya berbatasan dengan tana Toraja.Jadi budaya yang dipakai di Tana Toraja juga ada di Polmas.

Kalau dipikir dengan akal sehat, mayat memang tidak punya kekua­tan apa-apa, akan tetapi berkat ilmu yang dimiliki ber-dasarkan kepercayaannya, mayat tersebut mampu berjalan sebagai-mana layaknya manusia hidup.

 

Banyajk sebenarnya wisata-wan penasaran ingin menyak-sikan peristi­wa ajaib seperti itu, dan kalau ini bisa dihidupkan, sulsel bisa kebanjiran wisatawan. Namun yang bisa disaksikan adalah bentuk kuburan batu yang terdapat di gunung, seperti halnya di Toraja.

Pariwisata Polmas  sangat berprospek, daerah tersebut me-miliki aneka ragam obyek wisata, baik wisata bahari, wisata alam, maupun sejarah dan budaya.

Seperti halnya permandian alam Sarambu yang memiliki ciri khas tersendiri yakni pelangi abadi yang dibentuk dari air terjun tiga sasaran di lokasi itu.

Selain itu, terdapat wisata bahari di Pantai Palippi Indah. Di sekitar pantai itu terdapat sumur air tawar, yang lebih dikenal dengan sumur bidadari. Konon pada zaman dulu, setiap gadis yang mandi di sumur itu cepat dapat jodoh, dan hingga kini masih tetap diyakini dan banyak dikunjungi orang.

Polmas yang memiliki sum-berdaya alam multi dimensi, itu  sangat sesuai dengan namanya, yakni Pole Lele Wali Mamase yakni  pember­ian rahmat Tuhan yang datangnya dari berbagai penjuru.