Make your own free website on Tripod.com

Ir. Hamzah Asmun: Ilmu Akademiknya Dimanfaatkan Untuk Petani

Sebagai seorang anak petani dari kota Lasinrang Pinrang, ilmu pengetahuan yang dida-patkannya di bangku kuliah  ter-nyata diman­faatkan untuk memberi kemudahan bagi peta-ni, sekali gus membuka lapa-ngan kerja.

Dia adalah Ir Hamzah Az-num, Alumni Fakultas Tehnik Universitas Muslim Indonesia Makassar tahun 1992. Ia men-coba  merancang mesin peron-tok padi. Hasilnya Alhamdulil-lah, tidak mengecewakan, ter-nyata  dalam waktu singkat telah   mampu merontokkan pa-di dalam jumlah yang cukup be-sar dibanding   menggunakan  peralatan tradisional.

Uji coba pertama dilakukan di Pinrang, melihat hasil yang cukup memuaskan itu, masyarakat di-daerah lainnya juga tertarik, mere-ka beramai-ramai memesan mesin perontok Made in Pinrang. Dari usaha pembuatan mesin perontok itu pula telah mampu merekrut pu-luhan tenaga kerja di daerahnya.

Hamzah yang lahir sekitar 34 tahun lalu, kini menduduki jaba-tan penting selaku Ketua I DPC HIPMI Makassar. Walau usaha pertamanya sebagai seorang  konsultan, akan  tetapi  dengan pergaulan dan tukar menukar in-formasi  sesama pengusaha, akhir-nya terbuka  hatinya  untuk me-lakukan berbagai usaha, seperti pembuatan mesin perontok padi dibawa naungan PT Bua Raya.

Dalam dua bulan terakhir ini, ada pesanan sekitar  87 unit,  belum lagi pesanan lainnya. Banyaknya pesannan tersebut membuat usahanya semakin maju. Banyaknya permintaan tersebut, kata Hamzah  mebuat dirinya semakin bergairah untuk  meningkatkkan usaha-nya,”InsyaAllah, pesanan itu kamibisa selesaikan tepat wak-tu,” ujarnya.

Membuat peralatan seperti itu, bagi Hamzah tidak asal jadi, akan tetapi yang lebih diutama-kan adalah kualitas dari  produk-nya. Sebab kapan tidak berkua-lits,  akan  merugikan perusaha-annya  sendiri, masyarakat dapat dipastikan tidak akan membe-linya lagi. “mutu tetap kami jaga” tuturnya.

Soal harga, kata  Hamzah, dipastikan dapat  terjangkau oleh  petani,  yakni  Rp 1.750.000 per unit. Harga tersebut dirasa tidak terlalu tinggi, terbukti, dari  sekian banyak produk, semuanya laris terjual, bahkan masih ada pesanan yang belum ter­layani. 

Alat perontok padi  seperti ini   seharusnya dimiliki  oleh pe-tani yang  memiliki  areal satu hektar  keatas. Sebab  selain  mampu menghasilkan gabah yang  berkualitas juga  pekerjaan perontokan  dapat dilakukan   dalam waktu  yang relatif sing-kat.  Semua  gabah  yang  dihasil-kan  sudah  bersih dari  sekam  dan kotoran   lainnya, sehingga akan memperbaiki  kualitas  gabah.

Untuk, membuat peralatan seperti  itu,bahannya cukup  mu-dah dida­patkan, modalnya  hanya plat  dan potongan besi, kemu-dian  di las,  sudah bisa mencipta-kan  alat perontok  padi. Hanya saja pembuatannya memerlukan  keahlian  tersendiri.

Selain  membuat mesin pe-ronmtok padi, ia juga melakukan usaha penjualan hand traktor Cina  yang harganya jauh lebih murah dibanding  handtraktor  buatan jepang. Kalau buatan Jepang har­ganya bisa mencapai  Rp 20 juta, maka   buatan  Cina  bisa dida­patkan dengan harga Rp 9 juta, dan kualitas bisa bersaing.

Hamzah yang dikenal oleh  rekan-rekannya, baik rekan HIPMI maupun rekan lainnya, tergolong  pengusaha  muda yang kreatif. Saat ia  masih kuliah di Fakultas  Tehnik UMI Makassar,   sudah banyak mendapat  penga-laman kerja  sebagai  konsultan  tempat  ia bekerja. Setelah  lulus tahun 1992, pengalaman tersebut ternyata sangat berharga  bagi-nya. Ia  lalu mendirikan PT Bumi  Cipta Utama, yang usahanya bergerak di bidang konnsultan  rancang bangun, perencana, de-sain dan research.  Dengan usa-hanya ini pula  telah  mampu  me-buka peluang  kerja serta  penda-patan  yang  cukup  lumayan.

Selain itu, ia juga hobby  dengan ikan hias Koi. Dari hob-by tersebut, ia melihat ada pe-luang usaha yang bisa diman-faatkan. Budidaya ikan mas koi, baginya  tidaklah terlalu mere-potkan. Selain itu harganya  hanya terjangkau oleh golongan  elit  keatas. Bayangkan,   harga terendah  mencapai Rp 1 juta, bahkan ada yang berani tawar dampai Rp 6 miliar  per ekor.