Make your own free website on Tripod.com

Perajin Serat Lontar Tak Mampu Penuhi Permintaan Pasar

Hasil kerajinan dari masyarakat Takalar, khususnya kerajinan serat lontar  ternyata banyak diminati pasar dalam maupun luar negeri. Sayangnya, para perajin  tak mampu  memenuhi permintaan pasar  yang begitu besar itu,  sehingga  peluang untuk peningkatan kesejahteraan  terlewatkan begitu saja.

Promosi yang telah dilakukan, baik lewat pameran maupun  lewat mass media, ternyata  mampu memancing minat konsumen untuk membelinya.Hal tersebut  selain kualitasnya bagus, harganyapun  relatif  murah.

Ketua Kadin Takalar, Najamuddin Tulung, SE  mengakui, kalau  paraperajin di daerahnya  kewalahan memenuhi permintaan pasar kerajinan serat lontar yang begitu besar. Hal tersebut karena untuk menghasilkan satu topi  yang berkualitas memerlukan waktu selama satu minggu  baru bisa selesai. Lagi pula masyarakat yang menekuni kerajinan seperti ini jumlahnya terbatas. Seperti yang telah dilakuklan oleh Daeng Toto di Bonto Kassi Galesong Utara.

Menurut Najamuddin, peluang  pasar yang begitu besar tersebut  seharusnya harus ditangkap. Sebab bilamana  tidak, akan direbut oleh orang lain. Hanya saja  untuk mendidik  perajin seperti itu  butuh waktu yang begitu panjang. Sebab seorang perajin serat lontar,  selain harus memiliki keahlian, juga harus memiliki jiwa seni, yang mampu mengatur  warna serat menjadi sebuah huruf atau  gambar yang bermakna.

Kalau untuk membuat topi yang polos, mungkin banyak  yang bisa melakukannya, akan tetapi memberi motif di topi tersebut  jumlahnya  sangat terbatas, sebab itu memerlukan ketelitian dan ketekunan utniuk menyelesaikannya.  Serat  yang sudah diolah  itu disusun  satu persatu  hingga membentuk suatu benda berharga, baik itu berbentuk topi, hiasan maupun  hiasan para keramik.

Najamuddin mengakui, rendahnya generasi  muda untuk mengembangkan kerajinan  serat lontar ini, antara  lain karena lamanya waktu yang digunakan untuk menyelesaikan satu  topi  dan harganyapun tidak seberapa, yakni  hanya Rp 30.000 perbuah. Atas  dasar  itulah kebanyakan generasi ingin mengalihkan pekerjaan lainnya, seperti menjadi buruh bangunan  atau pekerjaan lainnya yang dirasa bisa mendatangkan manfaat baginya.  Kini terlihat  yang menekuni hanya  orang-orang tua saja  yang memang menekuni  pekerjaan ini secara turun temurun.

Untuk  mempercepat penyelesaian  kerajinan serat  lontar ini, kata Najamuddin, perlu ada  sentuhan teknologi  yang  mampu mempercepat  pekerjaan tersebut.  Pembinaan yangdilakukanoleh instansi terkait, seperti Deprinndag  Takalar  memang mampu meningkatkan kualitas  dari  motif  biasa  ke motif yang banyak diminati  oleh konsumen, hanyasaja   yang  perludicari adalah bagaimana  menciptakan  alat teknologi  yang mampu mempercepaty kerajinan serat  lontar itu.

Sebab kedepan  nanti tidak  mnutup  kemungkinan perrmintaan pasar  kian  bertambah. Seperti halnya  adanya permintaan  alat  cinderamata  dari  pengusaha Australia  dalam rangka menghadapi  olimpiade yang akan berlangsung di  Sidney nanti.  Belum lagi perrmintaan  pedagangdari Pulau Dewata Bali  atau pasar lokal lainnya, Apa lagi  kalau pameran produk di Rotterdam  mampu  menarik  konsumen  Eropa, maka permintaan dapat dipastikan kian bertambah, sedangkan produksi sangat terbatas.

Menghadapi  permintaan pasar tersebut, Kadin telah berupaya  para perajin  dengan jalan  mengirim perajin ke Jogya  untuk melakukan studi banding. Sekembalinya  diharapkan  pengetahuannya bertambah dan mampu berbuat  suatu produk yang lebvih berkualitas.

Khusus untuk perajin keramik menurut  Najamuddin,  lokasi pembuatan keramik di Pattalassang dan Patani akan dijadikan obyek wisata. Para wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu, bukan hanya diharapkan membeli  langsung hasil produk, tetapi juga diharapkan  bisa  membuatnya sendiri keramik,sehingga  mereka punya kesan  tersendiri  di Takalar.

Menuju perrbaikan kualitas tersebut, kini sudah ada instansi pemerintah  ataupun swasta, seperti PT IKI  yang  melakukan pemvbinaan  pada perajin di Takalar. Pemerintah Daerah juga  kini sudah melengkapi berbagai fasilitas, baik berupa jalan yangsudah dihotmis,listrik dan air PAM, dimana sebelumnyasulit didapatkan.**zt