Make your own free website on Tripod.com

PENGURUS TERPILIH HARUS CERMINKAN TIM WORK YANG SOLID

Sebagai sumbangan pemiki-ran dalam Musayawarah nasio-nal (Munas) Gapensi ke 10 yang akan berlangsung di Semarang pada Tgl 16 hingga 20 September mendatang di Semarang. Dalam Munas tersebut, BPD Gapensi Sulsel akan mengajukan tiga gagasan  yang ditujukan pada pengurus terpilih sebagai acuan program kerja lima tahun mendatang.

Ketiga poin dimaksud yak-ni,pengurus yang terpilih harus mencerin­kan suatu tim work yang solid dalam mengatasi ron-rongan yang mengarah pada or-ganisasi, baik dari dalam maupun dari luar; kedua pengurus yang terpilih harus mampu melakukan komunikasi kepada seluruh BPD agar informasi dari Pusat dan Daerah tidak terputus, dan ketiga  diharap,agar lembaga pengem-bangan jasa konstruksi yang akan terbentuk di daerah/propinsi benar-benar dapat mengayo­mi kepentingan masyarakat, jasa konstruksi dalam melahirkan kontraktor yang profesional.

Perilaku pembangunan kons-truksi nasional seharusnya se-laras da sel;uruh BPD agar informasi dari Pusat dan daerah tidak terputus; ketiga, lembaga pengembangan jasa konstruksi yang kan terbentuk di daerah/propinsi benar-benar dapat me-ngayomi kepentingan ma­syarakat.

Perilaku pembangunan kon-struksi nasional seharusnya sela-ras dan sejalan dengan UU no-mor 22 dan 25 tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan Keua-ngan, sehingga dapat member-dayakan sumberdaya yang dimi-liki oleh daerah/propinsi yang pada akhirnya melahirkan sum-berdaya yang profesional dan tangguh.

Dalam Munas Gapensi, kata bos CV Prakarsa utama yang juga Dosen Fakultas tehnik Sipil UNHAS ini,  yang menjadi agen-da utama adalah program kerja organisasi yang akan menjadi acuan opera­sional pengurus pada periode 2000 - 2004; melakukan perubahan  pada beberapa pasal AD/ART; melahirkan pokok-pokok pikiran yang perlu ditin-daklanjuti demi menjalin sinergis antara Gapensi dengan Pemerin-tah; menanggapi laporan per-tanggungjawaban pelaksa­naan kepengurusan periode 1996 - 2000; pemilihan pengurus baru BP Gapensi periode 2000 - 2004; dan LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) yang ada harus benar-benar ber-diri dan independen tanpa inter-vensi yang berlebihan dari pemerintah.

Munas Gapensi ini akan dibuka oleh Presiden KH. Abd Rahman Wahid di Semarang. Peserta Munas dari Sulsel terdiri dari 3 orang sebagai peserta penuh masing-masing H. Anwar Fattah, Nur Ali dan M. Yunus Baso Sedang peserta peninjau sebanyak 150 orang.

Klaim  Banyak Anggota

Para anggota Gapensi mera-sa heran, timbulnya organisasi konstruk­si diluar Gapensi masing-masing mengklaim diri memiliki banyak anggota, dan merupakan organisasi profesio-nal. Padahal kalau dilihat dari tubuh organisasi Gapensi itu sendiri, anggotanya tidak pernah berkurang dan malah bertambah.

Pada tahun 1998 lalu jumlah anggota Gapensi sebanyak 3.103 orang dan sekarang sudah mer-ncapai  3600 orang. “Timbulnya organisasi konstruksi yang mengklaim banyak anggota, dari mana mereka ambil?” ujar salah seorasng ahli konstruksi dari Sulsel.

Ia memperkirakan, anggota yang dihimpunnya kemungkinan besar bukan orang kontraktor, tetapi dari propfesi lain. Dan kalau memang itu yang terjadi, berarti organisasinya  tidak pro-fesion­al.**zt

 

 

Dalam Munas, program apa saja yang diangkat Gapensi Sulsel dalam tingkat pemba-hasan?

Program Munas ini sudah merupakan kalender organisasi  Badan Pimpinan Pusat (BPP) Gapensi. Seperti diketahui, dalam Munas ini, ada tiga acara penting untuk kita bahas. Antara lain, perlunya mengevaluasi kondisi organisasi yang lalu dan akan datang dan perlu kita menganalisa kondisi organisasi kita di Gapensi. Hal ini penting. Disadari bahwa sekarang ini, banyak bermunculan organisasi perusahaan yang tujuannya hampir sama dengan Gapensi. Karena kami tahu reformasi ini, sangat khusus sekali kalau ada kelompok yang ingin melahirkan organisasi seperti Gapensi se-hingga perlu konsolidasi organi-sasi untuk meningkatkan profe-sionalitas.

 

Apakah masalah itu perlu menjadi agenda utama pemba-hasan dalam Munas?

Nah ini perlu dijadikan suatu masukan bagi Munas untuk di-perjuangkan pada pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga bahan bangunan bilamana benar-benar pemerintah melak-sanakan kebijaksanaan kenaikan harga BBM. Ini perlu diantisi-pasi.

Kalau terjadi kenaikan harga BBM maka dampaknya akan ter-sebar. Akan terjadi kenaikan semen itu akan naik mungkin 20%. Semua itu akan naik harganya, dengan kenaikan ini aspal bisa mencapai Rp 3000/kilo sedang-kan penawaran sekitar Rp 2000, sehingga kami memperjuangkan dalam Munas supaya Badan Pimpinan Pusat yang terbentuk memperjuangkan kepentingan anggota.

 

Ke depan bagaimana?

Memang jasa konstruksi ini memang berat. Apalagi ke de-pannya.

Deklarasi Makassar ini tu-juan untuk menyatukan visi dan persepsi dari Gapensi dari Ka-wasan Timur Indonesia, me-nyangkut program kerja organi-sasi. Ada tiga yaitu rencana anggaran pendapatan belanja organisasi, program kerja dan pokok-pokok pikiran yang terjadi pada masa krisis ini. Acuan yang kita bawa ini didu-kung oleh sembilan Badan Pim-pinan Daerah (BPD) yang hadir pada acara pembentukan ‘Dek-larasi Makassar’.

 

Bagaimana dengan renca-na kenaikan semen?

Rencana kenaikan harga semen sampai 20 persen yang di-usulkan oleh Presiden Direktur PT Semen Bosowa Maros, HM Aksa Mahmud belum lama ini. Rencana perubahan harga semen yang naik sebagai akibat dari meningkatnya biaya transportasi, akan memberatkan kontraktor.

Kami memaklumi adanya dampak dari kenaikan biaya tran-sportasi dan rencana kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) terhadap biaya produksi semen.

Tetapi angka 20 persen itu terlu besar dan yang idealnya ke-naikan harga semen itu maksimal 10 persen dari harga  di pasar, sekarang.

Malah, kenaikan sebesar 10 persen itu dalam kondisi seka-rang, sangat memberatkan pe-ngusaha. Kenaikan harga kom-ponen bangunan akan menindis pengusaha yang sementara mau bangkit dari keterpurukan yang diakibatkan oleh krisis ekonomi yang telah terjadi sejak September 1997 lalu.

Kenaikan harga komponen bangunan seperti itu,  akan memberatkan anggota Gapensi yang baru saja meneken kontrak untuk mengerjakan sejumlah proyek yang didanai pemerintah. Proyek itu sendiri harus selesai Desember tahun ini. Sejumlah proyek yang sedang dikerjakan di Sulsel, anggarannya dihitung dengan harga bahan bangunan lama.

Yang semakin memberatkan bagi konsumen umum, kalau kenaikan harga semen itu diikuti juga oleh kenaikan harga kompo-nen bahan bangunan lainnya. Itu pasti terjadi, karena untuk mengangkut bahan bangunan itu diperlukan transportasi yang sudah naik biayanya. Tetapi saya optimis kenaikan harga kompo-nen lokal tidak sampai pada rasio sebesar 20 persen. Harga batu becah dan batu bata tidak akan naik sampai 20 persen.

Kami mengharapkan agar produsen semen masih bisa menekan rasio perubahan harga yang dinilai terlalu besar itu. Untuk membantu pengembangan kegiatan usaha di daerah ini, angkanya jangan terlalu besar seperti itu.

 

Lantas bagaimana dengan usulan syarat untuk penyetoran 10 persen dana dari nilai proyek untuk ikut tender?

Kami usulkan penghapusan saldo rekening 10% bagi kon-traktor yang akan mengikuti tender proyek negara bisa dipertim-bangkan.

Dasar pemerintah menetap-kan saldo rekening 10%, semata-mata untuk memperoleh jaminan bahwa kontraktor penggarap proyek negara memang berkuali-tas.

Permohonan penghapusan ketentuan yang termasuk dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/ 2000 itu, karena kalangan kontraktor nasional masih kesu-litan dana tunai akibat krisis eko-nomi.

Selain itu,  ketentuan dalam PP No. 18/2000 itu sebenarnya bisa digantikan oleh bank garan-si, sejalan dengan kondisi sewa-jarnya yang menilai kekuatan modal kontraktor seyogyanya adalah perbankan, bukan peme-rintah.

Pemerintah tentu sangat me-nyadari kesulitan likuiditas yang kini dihadapi kalangan kontrak-tor nasional sehingga memicu munculnya usulan penghapusan ketentuan saldo rekening minimal 10% tersebut.

 

Bagaimana dengan mun-culnya sejumlah lembaga baru yang juga akan bermain di sektor jasa konstruksi?

Itulah euforia reformasi. Tapi saya melihat, perkembangan  anggota Gapensi di daerah ini sangat menggembirakan.

Selain proyek konstruksi tetap jalan, jumlah anggota Gapensi di Sulsel sejak tahun 1998 terus mengalami perkem-bangan.

Ini fenomena yang menarik, sebab justru pada saat krisis moneter sektor konstuksi justru menciptakan tenaga kerja yang cukup besar

Pada waktu lalu kondisi sek-tor konstruksi memang tidak me-nggembirakan. Bahkan, kontrak-tor besar tidak beraktivitas. Se-jumlah proyek besar yang telah ditenderkan ditunda atau dibatalkan pelaksanaannya.

 

Setelah terbentuknya orga-nisasi lain, bagaimana kondisi Gapensi Sulsel?

Pada tahun 1999, anggota Gapensi Sulsel golongan A, B, C  kurang lebih 3200. Setelah re-gistrasi, sampai saat ini, yang melakukan registrasi adalah 3075 anggota. Jadi ‘defisit’ di-bandingkan tahun lalu. Ini bukan merupakan suatu kemunduran organisasi. Kami juga ingin membina organisasi supaya benar-benar sejalan dengan AD/ART.

Jadi saya kira, dengan berku-rangnya anggota ini, sebenarnya sangat baik sekali bagi organi-sasi, karena yang berkurang itu adalah perusahaan yang kurang profesional. Dan bahkan, ada yang memang arogan, tidak bisa mematuhi AD/ART yang terpaksa kita pecat.

 

Apa tidak mencoba untuk bermain di luar negeri?

Memang, sekarang termasuk saatnya kalangan kontraktor nasional juga harus memperhi-tungkan proyek-proyek di luar negeri, terutama seiring dengan mandeknya beberapa proyek pemerintah maupun swasta.

Kesempatan ini dapat diman-faatkan untuk membuka akses ke proyek skala internasional

Kapabilitas individu kontrak-tor nasional memadai dan sang-gup bersaing dengan kalangan luar negeri. Karena itu, anggota Gapensi perlu melihat ke luar negeri. Tapi, ya itu tadi, Gapensi  masih menunggu pemulihan ekonomi, kemungkinan selama dua tahun mendatang, baru kon-traktor nasional bisa merambah ke luar negeri.

 

Pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM. Hal itu tentu ber-dampak besar bagi kelanjutan bisnis di sektor jasa konstruksi. Menurut Anda bagaimana?

Sebagaimana kita ketahui bahwa yang banyak menjadi kor-ban bisnis adalah pengusaha jasa konstruksi. Disinilah perlunya mencari solusi bagaimana kita bisa masyarakat konstruksi bisa terlepas atau keluar dari krisis ini, kemudian banyak hal yang merupakan kebijakan pemerin-tah yang perlu dibahas dalam Munas ini untuk mencari jalan keluar terbaik dari kesulitan kon-traktor anggota Gapensi, antara lain pada bulan Oktober benar-benar terjadi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dise-babkan pengurangan subsidi. Tapi jangan lupa, dengan kenai-kan bahan bakar ini, betul-betul suatu dampak yang sangat meru-gikan masyarakat jasa konstruksi yang telah dan sedang mena-ngani tender proyek, karena pro-yek yang telah ditangani kontrak-tor masih menggunakan harga sa-tuan sebelum kebijakan kenaikan harga BBM dilaksanakan. Ke-mudian kontraktor yang sedang melakukan proses tender juga menghadapi hal yang sama karena pelaksanaannya itu nanti setelah satu atau dua bulan se-telah tender selesai sehingga pe-rencanaan yang dibuat satu atau dua bulan yang lalu kemudian pelaksanaannnya dua bulan yang akan datang sangat berbeda harga.

 

Badan Pimpinan Pusat me-nilai Sulsel adalah BPD yang berhasil di dalam memanaj or-ganisasinya. Ada kiat khusus sehingga bisa berhasil demi-kian?

Saya tidak tahu dari segi apa BPP menilai seperti itu. Tetapi kenyataannya menunjukkan bahwa setiap kunjungan BPP ke Kawasan Indonesia Timur, ter-lebih dulu mampir ke sini. Mere-ka lantas mengajak saya, bersa-ma-sama ke daerah Timur lain-nya. Itu yang dilakukan Ketua Umum Gapensi, Pak Agus. Tapi saya merasa, apa yang saya kerjakan selama ini merupakan  hal-hal yang wajar saja. Tidak ada yang istimewa. Tapi kalau dikatakan itu baik, ya tentu hak-nya BPP mengatakan demikian. Dalam hal ini, BPP-lah yang mengendalikan BPD di seluruh Indonesia. BPP mengendalikan administrasi seluruh Indonesia, dan merekalah yang bisa mengambil/mengukur manaje-men kita di daerah.

 

Semoga ............

Selain dalam memanaj or-ganisasi, pengurus BPD Ga-pensi Sulsel juga terkenal cu-kup kompak. Menurut Anda?

Kalau kita berbicara organi-sasi, tentu di situ adalah tempat perkumpulan. Harus dipahami dulu, organisasi itu adalah per-kumpulan dari sekian individu-individu yang profesional di bidangnya. Kenapa Gapensi ini bisa solid? Ya, karena yang men-jadi pengurus adalah individu-individu pemilik perusahaan jasa konstruksi yang mempunyai disiplin ilmu di bidang jasa konstruksi. Kemudian, di sini, Gapensi ini diatur oleh berda-sarakan bagan organisasi. Ada ketua, wakil dan departemen. Saya menganut pemikiran bahwa sebenarnya ketua dalam orga-nisasi itu harus merasa sebagai anggota. Jangan ketua itu dide-finisikan sebagai pimpinan yang mengendalikan organisasi. Kami menerapkan sistem pengendalian organisasi secara bersama-sama.

 

Maksud Anda?

Artinya, segala persoalan atau permasalahan yang timbul di organisasi ini, harus kita bicarakan secara terbuka dalam suatu pertemuan pengurus leng-kap. Nah di situlah, akan lahir keputusan berdasarkan suara terbanyak. Jadi bukan suara ke-tua saja. Nah itu yang dikatakan solid. Kadang-kadang, saya memimpin organisasi ini, ingin mengeluarkan keputusan namun setelah saya ajukan dalam rapat lengkap, kemudian teman-teman dalam kepengurusan ini memberi alasan ketidakbenaran dari konsep saya itu maka saya harus mengatakan Anda yang benar. Kenapa? Karena konsep itu hanya terpikirkan oleh saya sendiri, sementara dalam rapat pengurus  lengkap, setidaknya 24 orang yang berpikir. Kalau rapat menyatakan pendapat saya tidak benar, maka saya harus menga-takan bahwa pendapat pengurus lainnya yang 24 orang itu  yang benar. Jadi, tidak ada otoriter selama saya memimpin organi-sasi yang sudah berjalan enam tahun persis ini.

 

Apa sebenarnya kunci suk-ses Anda sehingga bisa men-jalankan roda organisasi ber-sama pengurus lainnya dengan baik?

Salah satu kuncinya, adalah  semua kita disini terbuka. Tidak ada keputusan ketua umum yang tidak dirapatkan atau disahkan oleh pengurus lainnya. Kalau ada keputusan yang ingin diambil, nanti pengurus yang mengesah-kan, dan ketua yang mengetok palu.

 

Aktivitas di kantor BPD Gapensi sehari-harinya terlihat penuh dengan kesibukan. Mungkin tiap hari ada rapat?

Seperti yang kita lihat di sini. Aktivitas organisasi memang sibuk. Dalam organisasi ini, dite-rapkan kepemimpinan tidak tergantung  kepada satu orang saja, tetapi kolektif. Kalau ketua-nya tidak berada di tempat, orga-nisasi tetap berjalan. demikian pula jika wakil ketua tidak ada, bahkan unsur ketua, wakil ketua, sekretaris tidak ada di tempat, roda organisasi juga tetap berjalan dengan lancar. Kami di sini, menganut, dalam organisasi ini, semua pihak yang terlibat mempunyai kewenangan untuk mengambil kebijaksanaan.

 

Soal kebijakan seperti itu, Anda bisa berikan contoh?

Misalnya begini, kalau ketua tidak ada, kan masih ada wakil ketua, demikian pula seterusnya, sekrtaris, dll. Jadi meski ketua tidak berada di kantor, organisasi tetap jalan.

Terakhir. Saat ini tengah digodok pembentukan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. Tanggap Anda soal lembaga baru itu bagaimana?

Memang LPJK itu lahir ber-dasarkan perjuangan asosiasi perusahaan/profesi yang terkait dengan jasa konstruksi. 10 tahun yang lalu sebenarnya itu sudah diperjuangkan. Kemudian berda-sarkan Kepres dan tindak lanjut dimana di dalam peningkatan kemampuan masyarakat jasa kostruksi maka dipandang perlu dibentuk suatu lembaga yang mana nantinya, lembaga itu mengayomi perusahaan jasa kon-struksi. LPJK itu nantinya diha-rapkan dapat melakukan pem-binaan-pembinaan atau pendidi-kan-pendidikan sebagai salah satu langkah dalam meningkat-kan kemampuan masyarakat jasa konstruksi, kemampuan bagi para kontraktor. Ini tugas lembaga ini.

 

Apa harapan Anda dari ‘pesta demokrasi’ masyarakat jasa konstruksi Gapensi itu?

Diketahui bahwa Gapensi dalam menempatkan para pengu-rusnya, benar-benar diambil dari masyarakat jasa konstruksi. Jadi yang terlibat, benar-benar dari masyarakat jasa konstruksi. Kita tidak mengenal masyarakat dari non jasa konstruksi untuk dili-batkan di situ sehingga sangat mudah sekali menemukan per-sepsi kebijaksanaan masalah konstruksi. Kita membawa oleh-oleh Munas antara lain bagai-mana organisasi berbuat terha-dap anggotanya sebagaimana diketahui pada dekade 1997-2000, kondisi perekonomian kita sangat terpuruk sekali yang dise-but krisis ekonomi. Mudah-mu-dahan tidak ada krisis ekonomi kedua.

Andaikan seseorang, dunia kontraktor kita baru saja sembuh dari sakit yang lama sebagai aki-bat dari krisis ekonomi yang ber-langsung sudah tiga tahun terak-hir. Belum lagi tenaganya kuat betul, kini datang lagi ‘wabah’ baru yang membuat sakit mereka kambuh kembali. Harga bahan bangunan bakal naik sampai 20 persen sebagai akibat dari kenaikan biaya transportasi. Kondisi kontraktor di daerah ini akan semakin terpuruk saja pada masa yang akan datang.