Make your own free website on Tripod.com

PERJUANGKAN DEKLARASI MAKASSAR DI MUNAS

 

MENINGKATKAN peran Gapensi dalam perekonomian nasional, bulan September 2000, Gapensi menggelar Musyarawah Nasional (Munas) ke-10 di Semarang. Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia. Bersamaan dengan Munas, diselenggarakan “Gapensi Expo 2000”.

Sejumlah masalah penting akan dibicarakan dalam even itu. Sulsel telah mempersiapkan beberapa agenda yang akan dibahas. Nah bagaimana persiapan Sulsel di Munas nanti. Inilah komentar mereka.

 

Anwar Fatta: (Ketua Umum Gapensi/peserta penuh)

Kami telah merumuskan berbagai konsep untuk diajukan pada Munas. Setidaknya, apa yang telah kami bahas rumuskan pada pertemuan di Makassar beberapa waktu lalu yang kemudian melahirkan “Deklarasi Makassar”. Deklarasi itu sendiri merupakan wujud kesamaan sikap BPD Gapensi se-KTI yang diikrarkan pada 17 Januari 2000 di Makassar, Sulsel. Deklarasi itu didukung oleh BPD Gapensi dari Sulsel, NTB, Sulut, Sultra, Sulteng, NTT, Maluku, dan Papua.

 

Ir H Nur Ali MM (Peserta Penuh): Banyak yang mesti dibicarakan dalam Munas nanti. Termasuk, upaya-upaya yang harus diambil dalam rangka menghadapi era pasar bebas. Semua itu dilakukan untuk memberdayakan usaha anggota. Pokoknya, bagaimana masa depan usaha jasa konstruksi akan kita bicarakan di Munas nanti.

 

M Yunus Baso (Peserta Penuh): Banyak tantangan yang dihadapi pelaku jasa yang bermain di sektor konstruksi. Makanya, di Munas yang merupakan ‘pesta demokrasi’ para kontraktor, banyak masalah yang bakal dibicarakan. Kita berharap, hasil di Munas nantinya, dapat menjadi acuan bagi para kontraktor dalam melangkahkan kakinya menjalankan usahanya.