Make your own free website on Tripod.com

Komentar dan Harapan Atas Kehadiran Profesional

Sebut Saja Pro

KEHADIRAN Tabloid Profesional yang diterbitkan Kadin Sulsel didasarkan pada kepentingan bersama. Menurut Ketua Kadin Sulsel HM Aksa Mahmud, nama untuk tabloid ini sengaja dipilih agar menjadi pendorong lahirnya pebisnis Sulsel yang profesional. Karena disadari hanya dengan profesionalisme yang tinggi, seorang pebisnis dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Sesuai karakter pebisnis yang tidak suka bertele-tele, sebutan terhadap tabloid inipun harus sejalan. Karena itu sebut saja tabloid ini dengan sebutan Pro. Kalangan Kadin Sulsel menaruh harapan terhadap keberadaan Pro sebagaimana komentar mereka.

Jadikan Pro Sebagai Sumber Kepuasan Bisnis

Pro harus mampu menyajikan informasi berharga bagi para pengusaha khususnya dan masyarakat pada umumnya. Informasi dimaksud, khususnya menyangkut kegiatan bisnis di sektor perdagangan dan industri sesuai dengan misi Kadin.

Tabloid ini pula diharapkan bisa menjadi media komunikasi antara para pelaku bisnis dengan pihak-pihak yang berkompoten dengan sektor ini. Media ini pula merupakan kesempatan baik bagi setiap anggota untuk mengemukakan misi usahanya, agar bisa menjadi pelajaran berharga bagi anggota lainnya. "Jadikan Pro Sebagai identitas kepuasan bisnis," tuturnya.

A. Razak Djalle
(Ketua Bidang Pariwisata,Pos dan Perhubungan) :

Harus Lebih Transparan

Dengan kehadiran Tabloid Pro kiranya semua informasi bisnis bisa dilakukan secara transparan, sehingga nantinya bermanfaat bagi mereka menggeluti dunia bisnis.

Untuk mencapai sasaran dimaksud, Pro harus mampu menyajikan berbagai peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha dalam meningkatkan skala usahanya. Informasi Komoditas suatu daerah sangat berharga bagi pengusaha dalam menjalankan bisnisnya, demikian pula sebaliknya permintaan komoditas tertentu dari eksportir, dapat dijadikan peluang bagi pengusaha di daerah.

Syukri Hayan
(Ketua Bidang Perhubungan Laut)

Pro Pas Untuk Pebisnis

Kehadiran Tabloid Kadin Sulsel Profesional sebenarnya sudah lama dinantikan oleh para pelaku bisnis di daerah ini. Informasi pasar yang ada dalam tabloid ini merupakan suatu ‘rezeki’ bagi pengusaha dalam mengembangkan usahanya.

Peredaran Pro sebaiknya jangan hanya di Sulsel, tetapi juga bisa mencakup Kawasan Timur Indonesia, bahkan kalau perlu menyebar ke seluruh Indonesia, agar infomasi perdagangan dan perindustrian dari berbagai sumber, baik itu diperoleh dari internet, maupun sumber lainnya bisa menjadi informasi berharga baginya.

Selama ini belum ada koran daerah yang khusus mengulas masalah berita Kadin. Walau akhir-akhir ini telah banyak penerbitan yang muncul, tetapi informasi yang disampaikan kebanyakan yang bersifat umum, sedangkan berita Kadin relatif sedikit.

Ir.H.Mubyl Handaling
(Ketua Bidang Jas Keuangan, Dana dan Sarana):

Sajikan Informasi yang Layak

Prof agar bisa menyajikan informasi yang layak dibaca bagi pelaku bisnis. Sesuai dengan namanya, tentu informasi yang disajikan juga harus lebih profesional.Berita ekonomi dan bisnis merupakan ‘santapan’ empuk bagi pengusaha dalam memperluas wawasan serta pengembangan usahanya."Dengan Pro, komunikasi bisnis bisa jadi lancar," tuturnya.

Drs Syarlis Ilyas AK
(Ketua Bidang Jasa Akuntansi dan Perpajakan)

Pro Harus Profesional

Pro harus mampu tampil beda dari media lain. Sesuai dengan namanya, berarti semua materi yang disajikan harus lengkap, transparan serta enak dibaca. Penyajian informasi hendaknya mampu memperlancar roda perekonomian masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat, serta meningkatkan hasil-hasil pembangunan daerah Sulsel.

Ir. Baharuddin Sellang, MM
(Ketua Bidang Industri dan Perdagangan)

Info Investasi dan Peluang Usaha

Keberadaan Pro diharapkan mampu menjadi jembatan informasi antara masyarakat produsen dengan pengusaha dalam dan luar negeri, agar mekanisme perdagangan hasil produksi masyarakat bisa lebih lancar.

Indonesia khususnya Sulsel merupakan daerah yang sangat potensial dengan hasil bumi. Pemberitaan terhadap potensi daerah ini, diharapkan bisa mengundang investor untuk memanfaatkan peluang bisnis tersebut, agar nantinya bisa terjadi kerjasama yang saling menguntungkan.

H. Halim A. Razak, SE
(Ketua Kompartemen Perkebunan)

Pro Tangkap Peluang Bisnis

Pro diharapkan mampu memperlancar komunikasi bisnis antara sesama anggota dengan masyarakat secara luas, baik di kota maupun yang ada di pedesaan. Dengan nama Profesional, berarti beritanya juga harus profesional terutama menyangkut peluang bisnis dan investasi. Beritanya kalau bisa jangan terlalu terfokus pada kegiatan bisnis semata, tetapi juga bisa lainnya, seperti politik dan pendidikan. karena mengingat anggota Kadin, tidak hanya semata bergelut dalam bidang usaha, tetapi juga bidang lainnya. Hanya saja, perlu berorientasi ke bisnis.

Ir HAM Yusran Paris, MBA, MM
(Ketua Kompartemen Pembinaan Daerah/Ketua REI Sulsel)

Sebarkan Komunikasi Bisnis

Keberadaan Pro di kalangan para pelaku bisnis, merupakan sarana yang paling tepat dalam menyebarkan informasi bisnis, baik untuk sesama anggota maupun kepada masyartakat luas. "Semoga bisa terbit sepanjang masa," ujar Bos CV Pallangga Utama yang usahanya bergerak di bidang perdagangan kakao.

H. Fahruddin, SE
(Ketua Kadin Barru)

Informasi Pro Harus Lengkap

Informasinya jangan hanya sepotong-sepotong, tetapi harus lengkap. Seperti halnya informasi mengenai permintaan konsumen dari luar negeri, harus diinformasikan jenis, standar dan kualitas barang yang diinginkan, sehingga para pengusaha di daerah tidak melakukan langkah keliru dalam memenuhi permintaan konsumen tesebut. Pro hendaknya memuat informasi perdagangan, investasi, info pasar, dan ekspor komoditas serta informasi berharga lainnya. Tabloid ini jangan hanya beredar di kota, tetapi juga harus mampu menjangkau sampai ke pelosok desa, agar peluang bisnis yang ada bisa cepat ditangkap masyarakat luas. Dengan demikian akan membuka lapangan usaha di desa-desa, yang sekaligus bisa memanfaatkan tenaga kerja khususnya para sarjana agar mereka bisa berusaha secara mandiri lewat peluang bisnis itu.

Safari Azis Husain, MBA
(Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri)

Info, Nilai Tambah Buat Kadin Sulsel

Kehadiran Pro tentunya merupakan langkah maju buat Kadin Sulsel, dan ini pula merupakan nilai tambah dalam memperlancar arus informasi bisnis sesama anggota. Sebab dengan tabloid tersebut, diharapkan tidak hanya menyuarakan informasi dari atas, tetapi juga dari bawah khususnya menyangkut komoditas yang berkualitas ekspor di daerah.

Salahuddin S.R. Sampetoding
(Ketua Bidang Kehutanan dan Perkebunan Kadin Sulsel)

Infonya Perlu Akurat

Berita Pro harus akurat supaya dapat menjadi informasi yang sangat berharga bagi para pengusaha. Kehadiran tabloid ini diharap bisa menjadi komunikasi timbal balik antar sesama anggota dan masyarakat. Beritanya jangan hanya kergiatan Kadin, tetapi juga kegiatan asosiasi maupun kegiatan lainnya yang terkait dengan dunia usaha.

H Anwar Fatta
(Ketua Bidang Konstruksi, Jasa, Konsultan dan Real Estate/Ketua Gapensi Sulsel)

Pro Bangkitkan Perekonomian

Kehadiran Pro harus mampu membangkitkan sumber perekonomian Sulsel. Dengan mengangkat potensi daerah ini ke mass media, diharapkan peluang tersebut mampu mengundang investor dalam maupun luar negeri. zt

Syamsulbachri Syamsuddin DM
(Penasihat Kadin Sulsel)

Pro, Wadah Info Kalangan Bisnis

Kehadiran Pro sangat positif, karena merupakan salah satu wadah informasi bagi kalangan pengusaha. Informasi yang disajikan sedapat mungkin dapat dijadikan penuntun dalam mengembangkan dunia usaha. Isinya tentu harus lebih banyak berorientasi pada sektor ekonomi dan dunia usaha lainnya.

H Salam Sewai, SE
(Ketua Kompartemen Sarana Kadin Sulsel)

Pro Komunikasi Bisnis Timbal Balik

Kendala yang dihadapi para pengusaha selama ini adalah sulitnya komunikasi antara pengusaha di daerah dengan rekan bisnis yang ada di kota lain. Kadang komoditi tertentu telah banyak dimiliki oleh suatu daerah, misalnya kopi Enrekang, akan tetapi pengusaha lokal tidak tahu kemana pasar yang bisa menguntungkan baginya. Kehadiran Pro ini diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi timbal balik antara pengusaha di suatu daerah dengan rekannya di daerah atau negara lain.

H.M. Nasir Kalla, SE
(Ketua Kompartemen Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat)