Make your own free website on Tripod.com

"Lakukan Sesuatu Dengan Niat Baik"

Ketua Kadin Sulsel HM Aksa Mahmud menilai Zikir merupakan contoh yang baik bagi pebisnis muda. "Dia itu figur pengusaha tradisional Sulsel yang memegang teguh prinsip kejujuran dn kesederhanaan," nilainya.

PEPATAH mengatakan, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Bagi

H. Zikir, 58, seorang pengusaha asal Majene yang berkibar di Makassar, pepatah itu amat sejalan dengan kiprahnya dalam membangun usaha yang terbilang sukses. Ia memulai usahanya dengan modal kecil, tetapi berkat tekad yang kuat untuk meraih sukses, akhirnya berkembang.

Apa kiat sukses pria kelahiran Negeri Sande tahun 1942 lalu itu? "kalau mau sukses lakukan sesuatu dengan niat baik," demikian resep Komisaris Utama Fajar Mas Group itu, ketika ditemui Pro di ruang kerjanya awal pekan ini.

Sejak tahun 1962 ia bekerja sebagai Pegawai Negeri pada Dinas Perikanan di Majene. Satu tahun kemudian, ia disuruh mensurvei semua potensi perikanan yang ada di daerah itu. Dengan berbekal surat tugas, ia banyak menelusuri daerah pegunungan. Suatu saat dalam perjalanan survei ke daerah pegunungan, ia bertemu dengan seorang teman baik bapaknya yang sehari-hari hidup berdagang kopi.

Entah apa yang mendorongnya, Zikir muda akhirnya tertarik setelah menyaksikan kehidupan sang teman bapaknya itu. Begitu selesai tugas survei ia kembali ke kota dengan membawa kopi dagangan. Ternyata hasilnya lebih menguntungkan dibanding bekerja sebagai PNS yang gajinya tak cukup untuk beli baju.

Melihat mata dagangan kopi ini cukup berprospek, ia nekat meninggalkan pekerjaan PNS dan beralih menjadi pedagang kecil-kecilan. Dari berdagang kopi ia berhasil mengumpulkan modal untuk usaha yang lebih besar lagi. Dengan modal yang cukup. ia beralih ke mata da-gangan kopra dan beras untuk diantarpulaukan ke Sulawesi Tengah, Balikpapan, Samarinda dan Surabaya.

Usaha yang digelutinya perlahan-lahan mulai berkembang. Perjalanan kembali dari menjual kopra dan beras, Zikir membeli gula pasir dan kain untuk dijual kembali di Sulsel. "Untungnya bisa sampai 300 persen," katanya.

Tahun 1970 Zikir kawin dengan gadis pilihannya Hajjah Johar, yang tidak lain adalah putri rekan baik ayahnya yang pernah ditinggali saat melakukan survei sebagai seorang PNS di Majene.

Keberhasilannya mengundang keinginan pengusaha lain untuk menirunya. Bagi Zikir, hal itu bukan masalah sebab dengan demikian ia terdorong untuk segera melakukan deversifikasi usaha. Ia lalu membangun usah penggilingan padi di Kecamatan Malunda Majene pada tahun 1971.

Sambil usaha itu berjalan, ia juga membuka toko usaha bahan bangunan di Wonomulyo. Tahun 1977 Zikir terjun ke bidang usaha kontraktor. Ia berhasil me-menangkan tender pembangunan pasar Wonomulyo yang terdiri dari 108 ruko dan 246 kios. Hasil kerjanyaa cukup bagus sehingga dipercayakan lagi untuk membangun pasar Siwa di Wajo yang terdiri dari 24 ruko.

Dari Siwa, Zikir melakukan ekspansi usaha ke Luwu dengan membuka usaha perkebunan cengkeh seluas 180 ha. Untuk mendukung usaha di sektor pertanian itu, ia merekrut tenaga kerja sekitar 70 KK dari Polmas dikirim ke Luwu.

Lagi-lagi Dewi Fortuna terus memihaknya. Ia membuka lagi usaha toko bahan bangunan di Siwa, Palopo, Mamuju, Tanru Tedong. Kemudian sebagai orang tua yang memiliki sejumlah anak, Zikir mempercayaakan toko bahan bangunan yaang tersebar di beberapa tempat itu kepada anak-anaknya atau sanak keluarganya yang sudah berpengalaman bekerja di perusahaannya.

Tahun 1999 lalu. lewat PT Bina Mitra Fajar Mas, ia membangun real estate di sekitar jalan Tala’ Salapang Makassar. Kemuddian lewat badan usahanya itu pula, ia dipercayakan untuk membangun pasar sentral Bantaeng.

Haji Zikir yang dikaruniai 8 orang anak, empat diantaranya sudah mampu memimpin usaha dari anak perusahaan Fajar Mas Group. Anak perusahaan yang berada dibawa bendera group tersebut sebanyak lima perusahaan, yakni; PT Fajar Mas Karyatama yang bergerak di bidang perdagangan umum, PT Bina Mitra Fajar Mas yang bergerak di bidangusaha pengembang dan kontraktor, PT Tunas Fajar Mas Perkasa bergerak di bidang usaha industri, PT Sukalindo Fajar Mas bergerak di bidang usaha daur ulang aspal (kerjasama dengan Halim Kalla), PT Fajar Mas Niaga bergerak di bidang ekspedisi dan angkutan darat, dan UD Fajar Mas bergerak di bidang perdagangan hasil bumi. Disam-ping itu, masih ada usaha dagang bahan bangunan lainnya.

Dari hasil usaha Fajar Mas Group tersebut, setiap tahunnya dikeluarkan 25 persen untuk kesejahteraan karyawan dan pimpinan perusahaan. Pembagiannya empat persen untuk para karyawan dan 21 persen untuk para pimpinan perusahaan.

Sebagai seorang muslim, Zikir tentu memikirkan pula tabungan akhirat. Kaarena itu pula sebagian dari rezeki yang diperolehnya diinvestasikan membangun sebuah pesantren dan panti asuhan dibawa naungan Yayasan Perguruan Islam Al Ikhlas di Campalagian Polmas. Pondok pesantren membina Taman Kanak-kanak, SLTP/Tsanawiah, SLTA/Aliyah yang jumlah santrinya sudah ada sekitar 300 orang dan Panti Asuhan telah membina sekitar 40 orang.

Perusahaan dibawa Fajar Mas Group kini mempekerjakan sekitar 100 orang karyawan. Bagi Zikir, setiap karyawan dianggapnya sebagai pembawa rezeki. Karena itu, ia tak pernah mem-PHK selama karyawan itu masih betah kerja di perusahaannya. Malah mereka dibina, setelah dianggap mapan memimpin perusahaan, ia tidak segan-segan mempercayakan karyawannya memimpin perusahaan itu hingga mandiri.

"Saya bersyukur karena dalam membangun usaha bisnis selama ini, saya juga berhasil membina beberapa karyawan hingga mereka mampu mandiri. Sekarang sudah ada sekitar 17 orang bekas karyawan Fajar Mas Group berhasil dalam usaha mereka," ujar Zikir merendah.

Ketekunan Zikir serta sikapnya yang selalu sederhana mengundang kekaguman banyak pengusaha. Contoh kecil saja, ia sebenarnya mampu untuk memiliki mobil mewah tetapi tahukah apa komentarnya? "Naik mobil juga namanya kalau saya tetap naik Kijang, meski saya berkali-kali digoda membeli Pajero," katanyaa menambahkan. zt