Make your own free website on Tripod.com

Sulsel Bakal booming Wisatawan

Dubes Belanda: Kalau melakukan promosi pariwisata atau bisnis harus berani menunjukkan bahwa Indonesia itu bukan negara kecil, tetapi negara besar yang memiliki penduduk sekitar 230 juta jiwa dan terdiri atas 17.000 pulau yang bertebaran dari Sabang sampai Merauke.

PEMERINTAH telah mencanangkan pada tahun 2003 nanti, sektor pariwisata menjadi sumber devisa utama bagi negara. Keinginan pemerintah itu bukanlah hayalan belaka. Itu bisa saja terjadi, karena melihat pengalaman di negara lain, sektor pariwisata memang menjadi sumber devisa utama. "Indonesia memiliki peluang seperti itu, karena ditunjang kondisi alam yang kaya akan obyek wisata, ditambah lagi dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung setiap tahunnya," kata Ketua bidang Pariwisata , Perhubungan dan Telekomonikasi Kadin Sulsel, Razak Jalle, kepada Pro.

Keinginan pemerintah tersebut menurut bos Makassar Cottage itu, tampaknya banyak sekali mendapat tantangan, karena kondisi politik di negara ini kurang aman bagi wisatawan. Walau hanya beberapa daerah saja yang bergolak, seperti Aceh, Ambon dan Poso, akan tetapi dampaknya bagi wisatawan sangat terasa. Sebab kebanyakan wisatawan berpandangan sempit, yang mereka tahu lewat media massa, bahwa Indonesia saat ini lagi kacau, akan tetapi mereka belum tahu, luas Indonesia itu tidak sama dengan Singapura. Walau Aceh dan Ambon rusuh, tetapi daerah lainnya seperti Sulsel tetap aman.

Agar calon wisatawan mancanegara tidak berpandangan sempit seperti itu, Razak melihat perlunya melakukan promosi yang lebih gencar di luar negeri. Kegiatan even di luar negeri merupakan kesempatan baik bagi pemerintah untuk memperkenalkan obyek wisata yang ada di tiap daerah, seperti halnya yang pernah dilakukan pada even internasional di Belanda, Vacantie Utrecht, Salom de Mondeal di Paris dan masih banyak lainnya.

Even seperti itu bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan kepada tamu-tamu asing di luar negeri tentang obyek wisata yang dimiliki. Disamping itu, yang paling penting adalah dengan menunjukkan peta Indonesia, bahwa letaknya Sulsel sangat jauh dari daerah yang rusuh dan dijamin aman bagi wisatawan.

Menurutnya, anggota Kadin Sulsel yang berkunjung ke Belanda beberapa bulan lalu telah banyak mendapat pelajaran berharga yang bisa dipetik untuk kemajuan pariwisata di Sulsel. Dubes Belanda mengingatkan, kalau melakukan promosi harus berani menunjukkan bahwa Indonesia itu bukan negara kecil, tetapi negara besar yang memiliki penduduk sekitar 230 juta jiwa dan terdiri atas 17.000 pulau yang bertebaran dari Sabang sampai Merauke. Dan harus pula menunjukkan mana daerah yang rawan mana pula yang aman, sehingga dari informasi itu, masyarakat mancanegara terbuka wawasannya tentang kondisi Indonesia.

Disamping itu, kata Razak, promosi yang paling efektif adalah dengan mendatangkan wisatawan dari luar negeri. Kedatangan wisatawan itu, bila mendapat pelayanan yang baik, mereka akan bercerita kepada rekan senegaranya tentang kondisi pariwisata Indonesia. Dan ini lebih dipercaya ketimbang brosur yang pernah dibacanya.

Namun begitu, upaya promosi wisata ke luar negeri itu telah banyak mempengaruhi masyarakat di mancanegara. Beberapa bulan lalu Gubernur Sulsel ZB Palaguna selain melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa, juga sekaligus melakukan promosi wisata. Bahkan di Jerman ia me-nyatakan bahwa Pemerintah Daerah Sulsel menjamin keamanan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Sulsel.

Razak melihat, Indonesia khususnya Sulsel sangat berprospek di sektor pariwisata. Hal tersebut karena didukung oleh sumberdaya manusia yang berkualitas lewat sekolah pariwisata, juga kondisi alam daerah dengan obyek wisata alam yang beraneka ragam dan disukai wisatawan mancanegara. Disamping itu, sarana pariwisata se-perti hotel di Sulsel dengan jumlah kamar sekitar 6000, diantaranya di Makassar 4000 kamar.

Selain itu sarana transportasi dan prasarana jalan yang memadai, merupakan modal besar bagi pemerintah dan masyarakat daerah ini untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai primadona penghasil devisa.

Walau diakui, dari sekian banyak obyek wisata di Sulsel, ada beberapa diantaranya yang memang menarik, tetapi sangat sulit untuk dijangkau. Seperti halnya taman laut Taka Bonerate di Selayar. Taman laut di kawasan itu merupakan taman laut terbesar ketiga di dunia. Masyarakat dunia sudah banyak yang tahu tentang taman laut itu, tetapi untuk menjangkaunya harus menempuh perjalanan ratusan mil dari Makassar. Lain halnya Taman laut Bunaken di Manado yang jaraknya hanya beberapa mil saja dari kota Manado, sehingga sangat memudahkan wisatawan untuk berkunjung kesana.

Razak optimis, Indonesia khususnya sulsel, pada suatu saat akan booming terhadap wisatawan. Hal tersebut karena promosi Sulsel di luar negeri sudah beberapa kali dilakukan, hanya saja kendalanya, banyaknya kerusuhan di beberapa daerah lain sehingga juga berpengaruh terhadap Sulsel. zt