Make your own free website on Tripod.com

Bosowa Hyosung ramaikan pasar sepeda motor
BSW Menyalib Motor Cina

DUNIA bisnis sepeda motor di Indonesia makin ramai saja. Setelah diserbu Moci (Motor Cina) dengan berbagai merek, kini PT Bosowa Nusantara Motor (BNM) menggandeng Hyosung Motor menghadirkan Moko (Motor Korea). Anak perusahaan Bosowa Group yang dikomandani H Sadikin Aksa, putra kedua Ketua Kadin Sulsel HM Aksa Mahmud itu tidak gentar menghadapi persaingan.

Meski merupakan pendatang baru dalam pasar sepeda motor di sini, tetapi pihak BNM optimis mampu bertarung memperebutkan pembeli. Apalagi tampilan sepeda motor berlabel BSW itu memiliki banyak keunggulan.

Jika Moci datang dengan mengadopsi model sepeda motor Jepang, BSW sama sekali tampil beda. Muncul dengan tiga tipe yakni skubek Millenimum 2000 50 cc, bebek Concorde 110 cc dan Cruise II 125 cc, produk BSW - Hyosung tidak ada samanya. Baik model maupun teknologi mesinnya berada di papan atas—sekalipun dibanding Moje (Motor Jepang).

Tampil dengan paduan warna menarik, Milenium 2000 dilengkapi sistem pendingin udara dan lampu jarak jauh penyorot ganda. Selain itu, tempat duduk didesain dengan posisi rendah sehinggah memberi kenyamanan bagi pengendaranya terutama kaum wanita.

Berbeda dengan Concorde, yang memiliki performa mesin 110 cc dengan 3 valve. Kopling dalam ‘si kondor’ ini memiliki pilihan diberi plat penekan yang akan mengurangi goresan pada kopling.

Akan halnya Cruise II dirancang untuk penampilan yang berkesan jantan. Di Negeri Paman Sam, ‘si penjelajah’ ini diakui mewakili selera Amerika. Cruise II memiliki pilihan warna coklat, hitam dan merah, dengan sistem pendingin oil-cooled. Dengan sistem ini mampu dihasilkan tenaga pendingin pada setiap level, yaitu 20 derajat celcius lebih dingin dari pada sistem pendingin udara. Cruise II memiliki 4 valve yang tidak dimiliki sepeda motor manapun yang lebih dulu dipasarkan di Indonesia.

Secara nasional launching sepeda motor yang kelak sepenuhnya bermerek Bosowa itu telah dilakukan medio Juli dalam satu acara megah di Hotel Grand Melia, Jakarta. Sedang untuk pemasaran di kawasan timur Indonesia, peluncuran sepeda motor Bosowa Hyosung berlangsung di Hotel Sahid Makassar, Jumat (4/8).

Mereka yang menyaksikan dari dekat penampilan sepeda motor BSW serta mengetahui teknologinya spontan mengacungkan jempol. "Saya pastikan penjual sepeda motor Jepang bakal kelabakan menghadapi produk Bosowa," kata Alfian, seorang pemuda yang gandrung balapan.

Harga sepeda motor BSW relatif murah. Concorde, Millenium dan Cruise II dipatok pada harga antara Rp 8 juta hingga Rp 14 juta per unit. Bandingkan harga Moje dengan tipe yang sama jauh lebih mahal. "Daripada beli bebek Jepang lebih baik bergaya dengan Cruise II yang lebih oke. Harganya pun hanya silisih sekitar satu juta rupiah saja," ujar Jhoni yng mengaku jatuh cinta banget pada ‘si penjelajah.’

Lalu bagaimana dengan persediaan suku cadang? Tidak usah khawatir. Dalam menjalin kemitraan dengan Hyoshung, Bosowa menerima paket lengkap termasuk suku cadang dan alihteknologi. "Suku cadang tersedia lengkap di semua tempat penjualan sepeda motor Bosowa," kata vice president Bosowa Nusantara Motor, H Sadikin Aksa.

Sementara itu Presdir PT Bosowa Group, HM Aksa Mahmud mengatakan, produk pertama PT Bosowa Nusantara Motor ini sebanyak 1000 unit, dan pada Agustus ditingkatkan menjadi 1500 unit, kemudian pada Oktober nanti meningkat lagi menjadi 3000 unit, dan sampai akhir tahun ini ditargetkan sebanyak 10.000 unit.

Berkaitan pabrik sepeda motor tersebut, Bosowa merencanakan pengunaan kandungan lokal untuk tahap pertama sebesar 30 persen. Selanjutnya ia menargetkan, dalam jangka waktu 8 tahun mendatang, semua komponen sepeda motor Bosowa harus dirancang, dikerjakan dan dibuat sendiri oleh putra-putri Indonesia.

Gubernur Sulsel HZB Palaguna ketika meluncurkan pemasaran sepeda motor Bosowa, menghargai kehadiran industri sepeda motor yang dibangun seorang putra Bugis, meski lokasinya berada di Jawa Barat. Kehadiran industri motor Bosowa merupakan Era baru bagi Indonesia dalam memasuki dunia industri di abad ini. Pasarannya jangan hanya di Indonesia tetapi juga untuk ekspor. Untuk Sulsel, kata gubernur sangat potensil pemasaran kendaraan ini. zt